Friday, April 9, 2010

KOMITMEN GLOBAL SECONT SEBAGAI JASA PENGAMANAN

Menurut Cambridge Advanced Learner’s Dictionary, Anda disebut berkomitmen “when you are willing to give your time and energy to something that you believe in, or a promise or firm decision to do something”, ketika Anda mau memberikan waktu dan energi untuk sesuatu yang kita yakini, atau sebuah janji, atau sebuah keputusan bulat untuk melakukan sesuatu. Semua orang mempunyai keterbatasan waktu dan energi, tetapi dengan komitmen yang baik, waktu dapat 'dibuat' dan energi dapat 'dikumpulkan'.

Hanya saja memang komitmen ini sangat mudah diucapkan, tetapi tidak mudah dipenuhi. Orang yang jelas-jelas dengan ukuran tertentu tidak mempunyai komitmen saja, bisa dengan tanpa beban mengatakan, “Saya telah berkomitmen”. Komitmen beda jauh dengan keinginan (interest). Seringkali kali komitmen hanya disamakan dengan niat baik. Ketika kita mempunyai keinginan untuk melakukan sesuatu, maka kita akan melakukannya ketika kondisi memungkinkan. Ketika kita memantapkan komitmen, kita tidak akan banyak alasan untuk tidak melakukannya, karena orientasi kita kepada hasil. Karena itu, salah satu ciri orang baik yang mempunyai komitmen rendah adalah terlalu banyak alasan jika akan meninggalkan kewajiban. Ada ini, ada itu, capek, sudah lembur berhari-hari, baru tidur 2 jam sehari, dan sebagainya. Ada satu kilometer alasan yang bisa disampaikan. Tetapi, kami termasuk orang yang percaya, komitmen dapat menjadikan kita manusia dengan waktu dari 24 jam sehari, manusia dengan energi berlebih.

Komitmen adalah janji yang harus ditepati. Untuk memenuhi janji, jangan sampai orang lain menagihnya. Bukannya orang boleh lupa, tetapi membiasakan diri sebagai pelupa, atau lupa dijadikan tameng untuk banyak masalah, adalah kebiasaan yang sangat tidak etis. Kita harus hati-hati mengatakan itu. Kalau suatu saat keberadaan kita digantikan oleh orang lain untuk komitmen yang pernah kita sampaikan, maka jangan heran kalau kehadiran kita dalam komunitas tidak banyak bermanfaat. Toh masih banyak gantinya. Orang dengan komitmen tinggi dalam melaksanakan tugas yang diberikan biasanya sulit tergantikan.

Komitmen juga akan terkait dengan makna kehadiran kita dalam sebuah komunitas. Orang yang berkomitmen seringkali menjadi sumber energi bagi yang lain. ketiadaan orang seperti ini merupakan sebuah kehilangan besar. Jadi kalau kita tidak hadir dalam sebuah pertemuan, dan kawan-kawan kita merasa tidak terkena dampaknya, bisa jadi kehadiran kita tidak menggenapkan atau mengganjilkan. Alias tidak bermakna.

Apakah yang selama ini kita anggap komitmen itu, ternyata niat baik saja, atau keinginan saja yang jika memungkinkan dilaksanakan, atau betul-betul janji yang jika diingkari adalah sebuah hutang yang belum terbayar? Hidup berkualitas tidak bisa hanya mengandalkan niat baik atau keinginan. Komitmen yang dilaksanakan adalah salah satu penentunya.

Semoga Allah memudahkan kita menjadi orang berkomitmen yang sesungguhnya, orang dengan kata dan perbuatan yang sama.

No comments:

Post a Comment